Do'a adalah sebuah kekuatan yang mana manusia tidak akan pernah mampu menyadari dari arti dan sejauh mana kemampuan sebuah doa itu. Permasalahannya adalah ketika seseorang itu meminta sesuatu kepadaNya untuk kepentingan permaslahan hidupnya, minta harta kekayaan ataupun hal sejenisnya yang notabene adalah untuk kepentingan pribadinya sendiri dan itu dianggap olehnya adalah sebuah doa. Nol besar.
"Do'a yang baik, benar dan akan dikabul itu ialah ketika kita mendoakan orang lain yang sedang ditimpa musibah tanpa dengan mengabaikan ras, agama, dan faktor lainnya yang menjadikan perbadaan manusia secara duniawi dan benar-benar tulus"
Selasa, 03 April 2018
Selasa, 20 Februari 2018
Apa itu surga dunia?
Seorang kawan bertanya kepada saya dengan tanpa formal.
"Hai kawan, yang dimaksud surga dunia itu yang bagaimana?",,,,
perlu 6 detik saya berpikir untuk menjawabnya.
entah itu termasuk orang yang mempunyai IQ tinggi atau bukan.
"Segala sesuatu yang tidak ada setelah alam di dunia" jawab singkat saya dan saya pikir sudah mantap dengan jawaban saya itu dan yakin tidak akan ada seorangpun yang bisa menggoyahkan/menyangkal pemahaman saya tersebut.
sepertinya jawaban tersebut terlalu panjang untuk dicerna.
" 'pilihan hidup', itu simplenya. sesudah meninggal sudah tidak ada yang namanya pilihan" lanjut jawab saya.
==============================================================================
bukan soal takdir. seseorang mengalami berbagai hal adalah akibat dari pilihan yang dilakukan semasa hidupnya entah sesuatu yang dilakukan oleh dirinya sendiri secara langsung atau sebab akibat dari faktor external secara tidak langsung, baik efek secara keseluruhan ataupun hanya efek sebagiannya.
Tidaklah patut kita berselisih tenatang dosa dan pahala, surga dan neraka, anda benar atau anda salah,hidup atau mati, apa agama anda?, biarlah itu hak urusan yang di Atas. renungkanlah dulu makna hidup yang sesaat di dunia ini dimana kita begitu banyak berjua-juta pilihan yang yakin tidak akan pernah kita dapatkan ketika sudah meninggal kelak (yang atheis tidak berlaku pemahaman ini :D).
~Liew~
"Hai kawan, yang dimaksud surga dunia itu yang bagaimana?",,,,
perlu 6 detik saya berpikir untuk menjawabnya.
entah itu termasuk orang yang mempunyai IQ tinggi atau bukan.
"Segala sesuatu yang tidak ada setelah alam di dunia" jawab singkat saya dan saya pikir sudah mantap dengan jawaban saya itu dan yakin tidak akan ada seorangpun yang bisa menggoyahkan/menyangkal pemahaman saya tersebut.
sepertinya jawaban tersebut terlalu panjang untuk dicerna.
" 'pilihan hidup', itu simplenya. sesudah meninggal sudah tidak ada yang namanya pilihan" lanjut jawab saya.
==============================================================================
bukan soal takdir. seseorang mengalami berbagai hal adalah akibat dari pilihan yang dilakukan semasa hidupnya entah sesuatu yang dilakukan oleh dirinya sendiri secara langsung atau sebab akibat dari faktor external secara tidak langsung, baik efek secara keseluruhan ataupun hanya efek sebagiannya.
Tidaklah patut kita berselisih tenatang dosa dan pahala, surga dan neraka, anda benar atau anda salah,hidup atau mati, apa agama anda?, biarlah itu hak urusan yang di Atas. renungkanlah dulu makna hidup yang sesaat di dunia ini dimana kita begitu banyak berjua-juta pilihan yang yakin tidak akan pernah kita dapatkan ketika sudah meninggal kelak (yang atheis tidak berlaku pemahaman ini :D).
~Liew~
Kamis, 20 Oktober 2016
Yakin
Yakin itu ada 2, yaitu:
Pertama, yakin karena keharusan dan seyakin-yakinnya tanpa tau yang sebenaranya, tanpa harus mengerti, tanpa memikirkan dan meragukan akibatnya akan seperti apa.
Kedua, yakin karena sudah tau (diberitahu "diperlihatkan, diceritakan atau dengan cara lainnya") sehingga tau akan sebab akibat nantinya.
Tahapan manusia itu meyakini keyakinan yang pertama dulu.
Ada manusia yang mampu yakin ke tahap kedua tapi sedikit.
Pertama, yakin karena keharusan dan seyakin-yakinnya tanpa tau yang sebenaranya, tanpa harus mengerti, tanpa memikirkan dan meragukan akibatnya akan seperti apa.
Kedua, yakin karena sudah tau (diberitahu "diperlihatkan, diceritakan atau dengan cara lainnya") sehingga tau akan sebab akibat nantinya.
Tahapan manusia itu meyakini keyakinan yang pertama dulu.
Ada manusia yang mampu yakin ke tahap kedua tapi sedikit.
Langganan:
Postingan (Atom)